Cara Mengatasi Kesemutan

Cara mengatasi kesemutan boleh di bilang gampang-gampang susah, dan menurut fakta yang ada lebih banyak susahnya ketimbang gampangnya. Kenapa demikian menurut data yang ada banyak yang kerap mengeluhkan sering kesemutan padahal berbagai upaya pengobatan sudah dilakukan, akan tetapi tetap saja masih merasakan kesemutan.

Semua orang berisiko mengalami kesemutan dan jika kesemutan sudah menyerang, biasanya kondisi kulit akan terasa tebal bahkan dicubit pun tidak terasa, ngilu, terkadang nyeri. Dari kondisi yang demikian sudah selayaknya tidak gampang atau menyepelekan terjadinya kesemutan dan sudah sepatutnya mewaspadai apabila kesemutan terjadi pada bagian tubuh bisa jadi akan menjalar kebagian tubuh lain disekitarnya yang pada akhirnya akan merusak fungsi tubuh lain.

Mengapa kesemuatan bisa terjadi ?
Mungkin diantara kita jarang yang tahu apa penyebab kesemutan, yang pasti selama ini banyak hanya hanya Cuma mengeluhkan lantas tidak mau pedulu mengenai sebab musabanya. Terjanya kesemutan diakibatkan oleh adanya gangguan saraf perifer atau yang lebih dikenal dengan saraf tepi, yakni saraf yang berada diluar jaringan otak. Misalnya pada bagian kaki, tangan juga anggota tubuh yang lain.

Faktor pemicu kesemutan lain adalah karena adanya gangguan metabolisme. Misalkan saja pada penderita diabetes dimana bisa terjadi mikroangiopati atau kekurangan makanan pada saraf, sehingga mengakibatkan pembuluh darah dan saraf tepi ( perifer ) mengalami gangguan, yang pada akhirnya akan mengalami kesemutan. Selain itu juga infeksi pada jaringan ikat dapat menimbulkan kesemutan, sebab tekanan yang terjadi di serabut saraf pada daerah yang terkena infeksi.

Penyebab kesemutan lain adalah penyumbatan pembuluh darah akibat tersumbatnya aliran darah akibat penumpukan kolesterol, hal ini yang kebanyakan dialami bagi yang berisiko berkolesterol tinggi. Dalam kasus ini sebaiknya mengurangi jenis makan yang menjadi pemicu tibulnya kolesterol, seperti gorengan, jeroan, kacang-kacangan juga jenis makanan yang mengandung kolesterol lainnya.

Kekurangan asupan vitamin B1 juga mengakibatkan terjadinya kesemutan. Dalah hal ini sebaiknya adanya keseimbangan pola makan yang sehat dengan selalu mengkonsumsi vitamin B1 yang bersumber dari alam, atau prioritaskan kualitas gizi dalam menu makanan kita dalam setiap harinya.

Apa jenis penyakit yang ditandai dengan gejala kesemutan ?
Jika Anda sering mengalami kesemutan sebaiknya jangan anggap remeh bisa jadi Anda akan mengalami sebuah penyakit berisiko tinggi seperti Stroke, Jantung, Infeksi tulang belakang, Guillain-barre syndrome, Spasmofilia (tetani), Rematik, Diabetes melitus (DM), Carpal Tunnel Syndrome (CTS), Cytomegalovirus (CMV).

Selain merupakan adanya indikasi gejala penyakit, kesemutan ini juga bisa timbul secara fisiologis yang di sebabkan oleh karena posisi tubuh tertentu yang juga tidak berubah dalam waktu cukup lama, seperti duduk bersila, tidur dengan menggunakan tangan sebagai bantalan juga bisa memicu terjadinya kesemutan.

Nah untuk mengatasi kesemutan banyak hal yang harus kita lakukan, apabila selama ini Anda sudah mencoba mengkonsumsi obat namun belum membuahkan hasil, maka tidak ada ruginya apabila Anda mencoba beberapa tehnik berikut :

Setiap kali beraktivitas, tidak ada salahnya kita selalu menjaga sikap dan posisi tubuh yang menekan syaraf dan peredaran darah, seperti menonton tv sambil tiduran, atau menulis di lantai sambil telungkup atau tengkurap. Hindari juga tidur pada bagian yang keras.

Kita dapat mencegah kesemutan dengan berolah raga secara teratur karena cara ini dapat melancarkan peredaran darah.

Saat kita bekerja, seringkali kita lupa mengistirahatkan sejenak bagian tubuh kita. Misalnya saat bekerja, seringkali tanpa sadar kita menekuk kaki atau tangan terlalu lama. Jika ini terjadi, bukan mustahil kita akan mengalami kesemutan. Begitu juga saat kita mengetik. Ada baiknya saat mengetik, kita istirahatkan jari sebentar, melemaskan jari dan siku agar aliran darah kembali normal.

Kekurangan vitamin B1 dapat mengganggu aliran atau rangsangan pada sistem syaraf. Untuk memenuhi kebutuhan vitamin b1, kita dapat mengonsumsi makanan yang banyak zat besi. Bahan makanan yang kaya akan zat tersebut, antara lain daging merah, sayuran hijau segar, dan biji-bijian.

Jika sedang duduk bersila, sesekali ubahlah posisi, jika awalnya kaki kanan diatas kaki kiri, maka lakukan sebaliknya. Selain itu, hindari duduk di kursi dengan menyilangkan kaki terlalu lama.

Bagi yang bekerja dengan menggunakan komputer, sebaiknya membiasakan mengetik dengan pergelangan tangan tidak menyentuh meja. Untuk itu, hendaknya mengetik dengan posisi duduk di kursi yang tingginya proporsional dengan meja dan keyboard ( papan ketik ).

Hindari kebiasaan bertopang dagu dan berdiri disamping meja sambil menopang badan dengan sebelah tangan.

Jika anda termasuk orang yang banyak melakukan gerakan-gerakan ketika sedang tertidur, sebaiknya pilih alas tidur yang tidak keras. Supaya tidak terjadi benturan yang bisa menyebabkan gangguan saraf.

Hindari posisi tidur dengan meletakkan tangan di belakang kepala atau tertidur sambil duduk dengan posisi ketiak di sandaran kursi/sofa.

Jangan menulis dengan posisi tengkurap, tapi duduklah di kursi dengan pantat merapat ke belakang dan punggung lurus menempel pada sandaran.

Jauhi minuman keras. Di antaranya, para penggemar minuman keras lebih mudah mengalami kesemutan, bila takaran alkohol yang merasuki tubuhnya terlalu banyak. Hal ini akibat alcohol merusak metabolisme vitamin B. Pada saat yang bersangkutan kekurangan vitamin B1, timbullah gangguan pada saraf. Tentu saja, karena vitamin ini salah satu unsur yang diperlukan untuk penghantaran rangsang listrik pada saraf.

Harapan kami lewat cara tersebut diatas paling tidak bisa mengurangi dan lebih dari itu dapat mengatasi kesemutan.